Senin, 15 Desember 2014

Landasan Teoretis CSR - Teori legitimasi


Halo! Kali ini kita akan ngebahas mengenai landasan teoretis CSR, yakni Teori Legitimasi. Apa sih Teori Legitimasi?

Legitimasi masyarakat merupakan faktor strategis bagi perusahaan dalam rangka mengembangkan perusahaan ke depan. Hal itu dapat dijadikan sebagai wahana untuk mengkonstruksi strategi perusahaan, terutama terkait dengan upaya memosisikan strategi perusahaan, terutama terkait dengan upaya memosisikan diri di tengah lingkungan masyarakat yang semakin maju (Nor Hadi. 2011:87). Legitimasi organisasi dapat dilihat sebagai sesuatu yang diberikan masyarakat kepada perusahaan dan sesuatu yang diinginkan atau dicari perusahaan dari masyarakat. Dengan demikian, legitimasi merupakan manfaat atau sumber daya potensial bagi perusahaan untuk bertahan hidup (going concern) (O’Donovan, dalam Nor Hadi. 2011: 87).

Aktivitas organisasi perusahaan hendaknya sesuai dengan nilai sosial lingkungannya. Terdapat dua dimensi agar perusahaan memperoleh dukungan legitimasi : Pertama, aktivitas organisasi perusahaan harus sesuai (congruence) dengan sistem nilai masyarakat. Kedua, pelaporan aktivitas perusahaan hendaknya mencerminkan nilai-nilai sosial. (Dowling dan Pfeffer, dalam Nor Hadi. 2011: 91-92)

Upaya yang perlu dilakukan oleh perusahaan dalam rangka mengelola legitimasi agar efektif : (1) Melakukan identifikasi dan komunikasi atau dialog dengan publik, (2) Melakukan komunikasi atau dialog tentang masalah nilai sosial kemasyarakatan dan lingkungan, serta membangun persepsi tentang perusahaan, (3) Melakukan strategi legitimasi dan pengungkapan terkait dengan CSR (Pattern, dalam Nor Hadi, 2011: 92).

Jadi, landasan teoretis - teori legitimasi ini penting bagi sebuah organisasi untuk mengetahui masalah nilai sosial kemasyarakatan dan lingkungan yang menjadi sumber daya potensial, agar sebuah organisasi itu dapat bertahan hidup. 

Referensi :
Ardianto, E. & Machfudz, D. (2011). Efek kedermawanan pebisnis dan csr. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Tiga Pilar Universitas Pembangunan Jaya (UPJ)




Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) memiliki Tiga Pilar, yakni Liberal Arts, Sustainable Eco Development dan Enterpreneurship. Dengan mengedepankan Tiga Pilar tersebut, diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang memiliki integritas yang tinggi, siap menghadapi lingkungan kerja dan dinamika peradaban, membangun sikap yang bermartabat, peduli terhadap lingkungan serta dapat menjadi pelopor kesejahteraan. 




Video oleh Tim Kamadeva #01


Universitas Pembangunan Jaya
Jl. Boulevard Bintaro, Bintaro Jaya Sektor 7 Tangerang Selatan, Banten, Indonesia.
Telepon : (021)7455555, (021) 29045405

Senin, 24 November 2014

Pengertian dan Definisi Community Development


Halo! Kalo sebelumnya kita ngebahas mengenai CSR, kali ini kita akan ngebahas yang namanya Community Development. Apa sih Community Development atau Comdev ini? 
 
Community Development atau pengembangan masyarakat adalah salah satu bentuk aktualisasi CSR. Biasanya program ini dilakukan oleh perusahaan atas dasar sikap dan pandangan yang telah ada (inheren) dalam dirinya, yaitu sikap dan pandangan filantropis (kedermaan).

Tujuan Comdev ini adalah membangun kembali masyarakat sebagai tempat pengalaman penting manusia, memenui kebutuhan manusia, dan membangun kembali struktur-struktur Negara kesejahteraan, ekonomi global, birokrasi, elit professional, dan sebagainya yang kurang berperikemanusiaan dan sulit diakses (Ife dan Tesoriero. 2008: 409).

Nah, dengan demikian, tujuan pelaksanaan Comdev ini adalah (1) Meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menemukan alternative ekonomi dalam jangka panjang, (2) Meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, baik dalam aspek ekonomi, sosial, maupun budaya, (3) Meguatkan kelembagaan lokal yang mampu memelopori tumbuhnya prakarsa-prakarsa lokal, (4) Mewujudkan kemandirian masyarakat, baik dalam bidang politik, ekonomi maupun budaya (Achda, 2006).


Referensi :
Ardianto, E. & Machfudz, D. (2011). Efek kedermawanan pebisnis dan csr. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Jenis-jenis Corporate Social Responsibility (CSR)


Halo! Sebelumnya kan kita udah ngebahas mengenai konsep dasar CSR dan arti penting dari CSR. Kali ini kita akan ngebahas apa aja sih jenis-jenis dari CSR ini. Penasaran kan?

Nah, Kotler dan Lee menyebutkan enam kategori kegiatan CSR, yaitu : cause promotions, cause related marketing, corporate social marketing, corporate philanthropy, community volunteering, dan social responsible Business Practice (Dwi Kartini. 2009:63).

Cause Promotion (promosi kegiatan sosial) adalah perusahaan menyediakan dana atau sumber daya lainnya yang dimiliki perusahaan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kegiatan sosial atau untuk mendukung pengumpulan dana, partisipasi dari masyarakat atau perekrutan tenaga sukarela untuk suatu kegiatan tertentu.

Cause Related Marketing (pemasaran terkait dengan kegiatan sosial). Dalam kegiatan ini, perusahaan memiliki komitmen untuk menyumbangkan persentase tertentu dari penghasilannya untuk suatu kegiatan sosial berdasarkan besarnya penjualan produk. Kegiatan ini biasanya didasarkan kepada penjualan tertentu, untuk jangka waktu tertentu.

Corporate Social Marketing (pemasaran kemasyarakatan korporat), dalam kegiatan ini, perusahaan mengembangkan dan melaksanakan kampanye untuk mengubah perilaku masyarakat dengan tujuan meningkatkan kesehatan dan keselamatan publik, menjaga kelestarian lingkungan hidup serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Corporate Philanthropy (kegiatan filantropi perusahaan), dalam kegiatan ini perusahaan memberikan sumbangan langsung dalam bentuk derma untuk kalangan masyarakat tertentu. Sumbangan tersebut biasanya berbentuk pemberian uang secara tunai, bingkisan/paket bantuan atau pelayanan secara cuma-cuma.

Community Volunteering (pekerja sosial kemasyarakatan secara sukarela), dalam kegiatan ini, perusahaan mendukung dan mendorong karyawan, rekan pedagang eceran atau para pemegang franchise agar menyisihkan waktu mereka secara sukarela guna membantu organisasi-organisasi masyarakat lokal maupun masyarakat yang menjadi sasaran program.

Socially Responsible Business Practice (praktik bisnis yang memiliki tanggung jawab sosial), dalam kegiatan ini, perusahaan melakukan kegiatan bisnis melampaui aktivitas bisnis yang diwajibkan oleh hukum serta melaksanakan investasi yang mendukung kegiatan sosial dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan komunitas dan memelihara lingkungan hidup.

Jadi, jelas perbedaannya dari tiap-tiap bentuk CSR.. Nah, bentuk-bentuk program CSR pada tiap-tiap perusahaan biasanya juga berbeda-beda, disesuaiin sama lingkungan (termasuk alam dan komuniti) dan juga tergantung sama kepentingan stakeholdernya. Sampe ketemu di artikel selanjutnya yah!

Referensi :
Ardianto, E. & Machfudz, D. (2011). Efek kedermawanan pebisnis dan csr. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Senin, 17 November 2014

Acara Fun Futsal Putri Univeritas Pembangunan Jaya (UPJ)


UKM Futsal Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) mengadakan acara Fun Futsal Putri pada tanggal 15 April 2014.

Selasa, 21 Oktober 2014

Pameran Antar Kebudayaan Universitas Pembangunan Jaya




Acara Pameran Antar Kebudayan diselenggarakan oleh mahasiswa dan mahasiswi Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) Program Studi Ilmu Komunikasi dalam rangka untuk menumbuhkan dan meningkatkan kepekaan, minat, pengetahuan, serta mengapresiasi kebudayan-kebudayaan unik dari berbagai Negara, yang saat ini sudah mulai dilupakan oleh para generasi muda. Pameran Antar Kebudayaan yang diadakan pada Kamis, 22 Mei 2014 ini juga diselenggarakan sebagai tugas akhir mata kuliah Komunikasi Antar Budaya.


Peserta dari mahasiswa dan mahasiswi Ilmu Komunikasi UPJ semester 4 tersebut menampilkan stand-stand dari berbagai Negara, yakni Korea, Jepang, Meksiko, Italia dan Swiss. Stand pameran dikemas secara menarik dengan hiasan, busana khas yang mereka kenakan, makanan dan atribut-atribut unik yang dapat melambangkan Negara yang mereka tampilkan serta yang juga menjadi suatu ciri khas dari Negara itu sendiri. 

Acara yang diselenggarakan di Aula UPJ ini diawali dengan sambutan oleh Mbak Nuria Astagini, S.Sos., M.Si selaku Dosen Pembimbing mata kuliah Komunikasi Antar Budaya, kemudian diikuti oleh presentasi Negara dari tiap-tiap kelompok. Tiap-tiap kelompok mempresentasikan dan menjelaskan mengenai ciri khas Negara yang mereka tampilkan, baik berupa pola kebudayaan, adat dan kebiasaan, busana, makanan, yang mana saling bersinergi dengan apa yang mereka tampilkan di masing-masing stand. Pada akhir acara, tiap-tiap kelompok secara terbuka mempersilahkan bagi Tim Dosen Penilai untuk mengunjungi stand-stand yang ada sebagai bahan penilaian. 


Facebook : Citra Paramita
Instagram : @citramita



 

Senin, 20 Oktober 2014

UPJ Fun Futsal Putri


UKM Futsal UniversitasPembangunan Jaya (UPJ), 15 April 2014, mengadakan Fun Futsal Putri. Acara yang diadakan di lapangan outdoor UPJ ini berhasil menarik antusias mahasiswi-mahasiswi UPJ, termasuk saya didalamnya. As long as I’m happy, and everybody’s happy, so why woudn’t I? Berawal dari pemikiran itu, tanpa pikir panjang akhirnya saya memutuskan untuk ikut serta dalam acara Fun Futsal Putri. Masalah menang atau kalah, tidak jadi masalah.